Puisi Narasi

Diposting oleh Tito Modi Musrada pada 15:42, 24-Sep-16

Saya adalah Tito Modi Musrada, anak pertama dari tiga bersaudara, dilahirkan pada 5 juni 1998. Saya dilahirkan di keluarga yang awalnya berkecukupan, walaupun sekarang ekonomi keluarga sedang dalam masa yang terbilang kurang, belum lagi adik-adik saya yang masih kecil dan sedang bersekolah. Sejak sekitar 5 tahun yang lalu, tepatnya pada saat saya duduk di bangku kelas 2 SMP, saya bercita-cita ingin menjadi penulis, bukan karena saya ingin mendapatkan uang tanpa harus kerja yang mengeluarkan keringat, tapi saya ingin membuat karya tulis sebagai kenangan bahwa saya pernah ada dan menulis karya tersebut dan juga membagikan apa yang saya rasakan tanpa harus mengatakan lewat lisan, karena memang saya memiliki kekurangan dalam bercakap-cakap, saya selalu berpikir kalau apa yang selalu saya katakan tidaklah menarik bagi orang lain.

Memiliki tubuh yang kurus mungkin menjadi kendala tambahan bagi saya untuk berbicara dengan orang lain, karena dulu sewaktu saya masih sangatlah kecil saya pernah menderita penyakit step atau kejang-kejang dan mengkin itu menjadi penyebab mengapa pertumbuhan saya terganggu.

Saya juga sudah terlahir kidal total atau membalik semua kegiatan yang jika orang normal menggunakan bagian tubuh kanan untuk beraktivitas sementara saya menggunakan tubuh kiri, tapi memang ada beberapa aktivitas yang saya latih agar bisa menggunakan bagian tubuh yang normal seperti makan. Terlahir kidal justru menjadi berkah tersendiri bagi saya, terlebih juga saya sangat menyukai hal-hal yang bersifat Anti-Mainstream, seperti pada puisi yang saya buat ini. Pada puisi tersebut sebenarnya menggambarkan diri saya sendiri yang sangat terisolasi dari lingkungan, entah karena saya yang dijauhi orang lain ataupun sebaliknya, kadang juga saya selalu bertanya pada diri sendiri, "apakah saya memiliki seorang teman?" terlepas dari itu semua, saya selalu menjalani hidup saya seperti biasa dan sebagai anak seorang penjual ikan.

Saya tinggal disebuah mungkin bisa disebut desa, desa Kembang Tanjung yang terletak di daerah Lampung Utara. Ditempat saya tinggal, keluarga saya mendirikan toko ikan. Dulu, toko ikan kami mungkin menjadi yang paling tersohor disekitar tempat tinggal kami atau mungkin di Lampung Utara ini, bahkan toko ikan kami sempat menjadi juara 2 lomba budidaya ikan air tawar tingkat kecamatan. Mungkin filosofi bumi itu berputar sangat tepat kali ini, kami yang dulu diatas mungkim sedang diuji sekarang untuk berada dibawah, tapi apapun takdir yang diberikan pada kami, haruslah kami syukuri.

Jika menyinggung mengapa saya sangat menyukai karya tulis novel ataupun puisi, seperti yang ditulis diatas, "karena saya memiliki kekurangan saat bercakap" tapi bukan karena itu saja, saya juga selain menulis puisi yang biasanya saya posting di blog kecil saya (titolagi.heck.in) saya juga sering menulis novel yang biasanya bergenre action, ditambah di akun facebook saya sering saya posting quotes atau kata-kata mutiara. Mungkin berawal dari menulis quotes, lalu perlahan saya menulis puisi, sampai akhirnya novel.

Saya harap dengan mengikuti lomba puisi ini dapat menjadi langkah awal mengeksplorasi karya tulis saya supaya lebih dikenal oleh orang lain...

PUISI "Awal Sebuah Impian" (Dikutip Dari Anime 'Aikatsu Star' : Start Line)

Diposting oleh Tito Modi Musrada pada 22:33, 14-Jul-16

Impian Bukan Hanya Sekedar Mimpi..
Asal Bisa Diwujudkan...
Mimpi Didapat Bukan Saat Tertidur..
Melainkan Imajinasi Dan Khayalan...

Imajinasikan Apa Yang Kau Impikan..
Lalu Ubahlah Menjadi Suatu Perjalanan Usaha...
Dan Setiap Perjalanan..
Selalu Diawali Dengan Langkah Pertama...

Jika Suatu Saat Kau Terhenti..
Tutuplah Matamu..
Dengarkanlah Suara Hatimu..
Yang Akan Memberi Bisikan...

"Jangan Menyerah"
Kalimat Yang Akan Memberi Jalan..
Jalan Putih Bercahaya..
Tuk Menampilkan Masa Depanmu...

Anggap Saja Dunia Hanyalah Fiktif..
Dan Hanya Mimpimu Yang Nyata...
Sekarang, Pejamkan Matamu..
Dan Bayangkan, Apa Yang Kau Impikan...

Tidurlah, Jika Kau Tak Ingin Mimpimu Menjadi Nyata..
Melainkan Hanya Bunga Tidur...

Bangunlah, Jika Kau Ingin Mimpimu Menjadi Terwujud..
Dan.. Berusaha...

Tuhan Melihatmu.....


@TM_musrada

PUISI "Masa Depan Yang Gelap" I TM's clan blog I

Diposting oleh Tito Modi Musrada pada 18:33, 10-Jul-16

Disaat Jiwamu Muram..
Jiwamu Juga Akan Semakin Suram...
Disaat Itulah Masa Depanmu..
Akan Berubah Menjadi Gelap...

Segelap Malam Tanpa Bulan..
Dan Siang Tanpa Mentari...
Jiwamu Yang Segera Menghitam..
Mulai Tertelan Dalam Kabut...

Kau Hanyalah Boneka Mesin!
Yang Bergerak Dengan Sihir Perintah...
Tak Punya Masa Depan Dan Tujuan..
Yang Hidup Untuk Membantu Orang Lain...

Tubuh Semakin Menua..
Mata Semakin Tak Dapat Melihat...
Kau Yang Masih Tak Menemukan Tujuan..
Perlahan Mati Ditelan Malam.....

@TM_musrada

PUISI "Bunga Lily Di Ujung Jalan" I TM's clan blog I

Diposting oleh Tito Modi Musrada pada 15:05, 14-Apr-16

Senoktah putih yang terdiam
Berdiri tegak diatas jalan
Tersenyum tipis pada setiap orang
Namun, tak ada peduli baginya

Bunga lily yang indah
Memancarkan aura penyemangat hati
Tak peduli panas ataupun badai
Tetap kokoh tanda tetap bertahan

Bunga lily yang menawan
Perlahan tertiup angin musim panas
Seolah memberikan sebuah lambaian
Bunga yang suci, tetap terabaikan

Bunga lily yang kesepian
Hanya bulan dan bintang sebagai teman
Air hujan sebagai sumber kehidupan
Serta matahari sebagai penerang

Kini sang bunga telah tumbuh
Menjadi bunga indah yang harum
Setiap orang menghirup dan bahagia
Tumbuh semakin tinggi dan terawat

Bunga lily yang bahagia
Mulai tersenyum lebar pada semua


@TM_musrada

PUISI "Cahaya Di Dalam Kegelapan" I TM's clan blog I

Diposting oleh Tito Modi Musrada pada 17:55, 05-Apr-16

Sunyi, Sepi didalam bayangan putus asa
Bergerak tak menentu tanpa arah dan tujuan
Berusaha berlari mencari titik sinar cahaya
Namun, terjatuh didalam lubang tak berdasar

Laksana bayangan di malam hari
Yang tidak berguna tanpa pantulan cahaya
Diriku yang sudah tidak berguna
Dilumpuhkan oleh kegagalan

Mentari yang enggan memberi sinar..
Bulan yang berhenti memberi cahaya..
Dan bintang yang menolak memancarkan warna..
Ditambah hujan yang tak berhenti...

Mungkin ini sudah berakhir...
Akhir yang menyedihkan....

Tapi, Aku sudah melupakan hal terpenting..
Bahwa dibalik hujan deras yang gelap..
Terdapat langit cerah yang menunggu
Berserta pelangi yang indah menanti...


@TM_musrada